Customer Relationship Management and
Supply Chain Management CHAPTER OUTLINE
11.1 Defining Customer Relationship Management
11.2 Operational Customer Relationship Management Systems
11.3 Analytical Customer Relationship Management
Systems
11.4 Other Types of Customer Relationship Management Systems
11.5 Supply Chains
11.6 Supply Chain Management
11.7 Information Technology Support for Supply Chain
11.1 Defining Customer Relationship
Management
Customer relationship management (CRM):
merupakan strategi organisasi yang berfokus pada pelanggan
dan customer-driven.
The Need for CRM
Biayanya enam kali lebih banyak untuk
menjual ke pelanggan baru daripada menjual ke yang sudah ada.
·
Seorang pelanggan
khas puas akan memberitahu 8-10 orang.
·
Dengan meningkatkan
tingkat retensi pelanggan sebesar 5%, keuntungan bisa meningkat 85%.
·
Kesempatan menjual
ke pelanggan baru = 15%, dibandingkan dengan kemungkinan menjual ke
pelanggan yang sudah ada (50%)
·
70% mengeluh
pelanggan akan tetap setia jika masalah mereka dipecahkan.
Tenets (prinsip-prinsip) of CRM
One-to-one relationship : hubungan antara pelanggan dan penjual.
Treat
different customers differently. (Memperlakukan pelanggan yang berbeda
berbeda.)
Keep
profitable customers and maximize lifetime revenue from them. (Jaga pelanggan
yang menguntungkan dan memaksimalkan pendapatan seumur hidup dari mereka.)
Nilai dari pelanggan untuk sebuah perusahaan
tergantung pada tiga dimensi:
• durasi hubungan,
• jumlah hubungan (misalnya, jumlah
produk dari perusahaan yang pelanggan membeli),
• dan profitabilitas hubungan.
11.2 Operational Customer Relationship
Management Systems
Operational CRM :adalah komponen CRM yang
mendukung proses bisnis front-office. Artinya, proses-proses yang secara langsung
berinteraksi dengan pelanggan, yaitu, penjualan, pemasaran, dan layanan.
Customer-Facing Applications
·
Customer-facing
applications adalah mereka aplikasi di mana penjualan organisasi, layanan
lapangan, dan perwakilan pusat interaksi pelanggan benar-benar berinteraksi
dengan pelanggan.
·
Customer service
and support mengacu pada sistem yang
mengotomatisasi permintaan, keluhan, pengembalian produk, dan permintaan
informasi.
·
Sales force
automation mencatat semua aspek dalam proses transaksi penjualan.
·
Campaign management
applications: membantu organisasi merencanakan kampanye sehingga pesan yang
tepat dikirim ke orang yang tepat melalui saluran yang tepat.
Refining the Call Cente(IT’s About Business 11.3)
Marketing
Cross selling :adalah praktek
pemasaran tambahan, produk-produk terkait kepada pelanggan berdasarkan
pembelian mereka sebelumnya.
Up selling: strategi penjualan
di mana orang penjualan akan memberikan pelanggan kesempatan untuk membeli
produk yang bernilai lebih tinggi terkait atau jasa sebagai lawan, atau bersama
dengan, produk awal konsumen atau pemilihan layanan.
Bundling : adalah bentuk
cross selling di mana bisnis menjual kelompok produk atau jasa bersama-sama dengan
harga yang lebih rendah dari harga masing-masing gabungan dari produk.
Customer-Touching Applications Dalam
customer-touching applications pelanggan berinteraksi secara langsung dengan
teknologi online dan aplikasi daripada berinteraksi dengan perwakilan
perusahaan.
11.3
Analytical Customer Relationship Management Systems Analytical CRM
sistem menganalisis perilaku pelanggan dan persepsi dalam rangka untuk menyediakan
intelijen bisnis yang ditindaklanjuti.
The Relationship Between Operational CRM and Analytical CRM

11.4 Other Types of Customer Relationship
Management Systems
1.
On-demand CRM adalah sistem CRM yang di-host oleh vendor
eksternal di pusat data vendor.
2.
Mobile CRM adalah
sistem CRM interaktif yang memungkinkan organisasi untuk melakukan komunikasi
yang berhubungan dengan penjualan, pemasaran, dan kegiatan pelayanan pelanggan
melalui media ponsel untuk tujuan membangun dan memelihara hubungan dengan
pelanggan.
3.
Open-source CRM
adalah software CRM yang kode sumber program tersedia untuk pengembang dan
pengguna.
11.5
Supply Chains
·
Supply chain: mengacu pada aliran material, informasi,
uang, dan jasa dari pemasok bahan baku, melalui pabrik dan gudang, ke konsumen
akhir.
·
Upstream component
of a supply chain: sourcing atau pengadaan berlangsung.
·
Internal component
of a supply chain: kemasan, perakitan, atau manufaktur berlangsung.
·
Downstream
component of a supply chain: distribusi berlangsung
0 komentar:
Posting Komentar